12.11.2010

BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.

Suatu organisasi atau badan yang mengelola faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang/jasa biasa disebut badan usaha. Ada perbedaan antara badan usaha dan perusahaan. Perusahaan adalah suatu organisasi atau lembaga yang menggunakan dan mengkoordinasikan sumber-sumber ekonomi untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa bagi masyarakat. Dengan perkataan lain, perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. Sedangkan, Badan Usaha adalah rumah tangga ekonomi yang bertujuan mencari laba dengan menggunakan sejumlah modal dan tenaga kerja. Jadi, badan usaha merupakan kesatuan yuridis dan ekonomis suatu bentuk organisasi perusahaan. Dengan demikian perusahaan merupakan alat bagi
perusahaan untuk mencapai tujuannya memperoleh laba.

Perusahaan
Menurut UU no. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b yang dimaksud dengan perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap danterus menerus yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesia dengantujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Pengusaha
Adalah orang yang menjalankan perusahaan atau menyuruh orang lain menjalankan perusahaan. Pengusaha mengeluarkan sejumlah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha. 
Dalam hal ini terdapat 3 kategori pengusaha:
  1. Pengusaha yang bekerja sendiri 
  2. Pengusaha yang bekerja dengan bantuan pekerja
  3. Pengusaha yang memberi kuasa kepada orang lain untuk menjalankan perusahaan. 

JENIS-JENIS BADAN USAHA DI INDONESIA

PERUSAHAAN PERSEORANGAN
Adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang, dimana pengelola perusahaann memperoleh semua keuntungan perusahaan, tetapi ia juga menanggung semua resiko yang timbuldalam kegiatan perusahaan.

Pendirian perusahaan perseorangan tidak diatur dalam KUHD dan tidak memerlukan perjanjian karena hanya didirikan oleh satu orang pengusaha saja.

Perusahaan perseorangan dibagi dalam 2 kelompok yaitu
Usaha Perseorangan Berizin :
memiliki izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila perusahaan perseorangan bergerak dalam bidang perdagangan, maka dapat memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin.
Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang kelontong, dsb.
Kebaikan perusahaan perseorangan:
  • Mudah dibentuk dan dibubarkan 
  • Bekerja dengan sederhana 
  • Pengelolaannya sederhana 
  • Tidak perlu kebijaksanaan pembagian laba
Kelemahan perusahaan perseorangan
  • Tanggung jawab tidak terbatas 
  • Kemampuan manajemen terbatas 
  • Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan 
  • Sumber dana hanya terbatas pada pemilik 
  • Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendir

Koperasi
Koperasi adalah  badan  usaha  yang  berlandaskan  asas-asas  kekeluargaan.  Menurut   UU  
no. 25    tahun  1992, Koperasi     adalah      badan      usaha     yang     beranggotakan     orang-orang  
  atau    badan    hukum    koperasi    yang  melandaskan kegiatannya   pada prinsip koperasi 
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.  
Status badan hukum koperasi diperoleh setelah memperoleh  pengesahan dari  pemerintah
(Menteri Koperasi).
Modal Koperasi terdiri dari :  Modal sendiri dapat berasal dari :
  1. simpanan pokok, 
  2. Simpanan wajib, 
  3. Sumbangan suka rela, 
  4. Hibah dan 
  5. Dana cadangan 
  6. Sisa Hasil Usaha2.  
  7. Modal Pinjaman dapat berasal dari anggota,   
  8. Koperasi lainnya dan atau anggotanya, 
  9. Bank,
  10. Penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, sumber lain yang sah.
Tujuan koperasi 
adalah meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada 
umumnya  serta ikut  membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan 
masyarakat yang maju, adil, makmur dan berlandaskan Pancasila dan UUD’45.
Prinsip Koperasi:
  1. Keanggotaan bersifat suka rela
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil, sebanding dengan                                          besarnya jasa masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal 
  5. Kemandirian
  6. Keanggotaan koperasi bersifat murni, pribadi dan tidak dapat dialihkan.
Koperasi mempunyai ciri tersendiri:
  1. Lebih mementingkan keanggotaan dan sifat persamaan 
  2. Anggota-anggotanya bebas keluar masuk 
  3. Koperasi merupakan badan hukum yang menjalankan usaha untuk kesejahteraan anggota. 
  4. Koperasi didirikan secara tertulis dengan akte pendirian dari notaries 
  5. Tanggung jawab kelancaran usaha koperasi berada di tangan pengurus.
  6. Para anggota koperasi turut bertanggung jawab atas utang-utang koperasi terhadap                       pihak lain. 
  7. Kekuasaan tertinggi di dalam rapat anggota.
Cara Mendirikan Koperasi:Menurut Pasal 6Pasal 14 UU no. 25 tahun 1992 adalah 
sebagai berikut:
  1. Rapat pembentukan koperasi
  2. Sekurang-kurangnya 20 orang pendiri mengadakan rapat pembentukan operasi,                     kemudian    dibuatkan berita acara yang berisikan hasil kesepakatan, jumlah anggota                        dan nama  mereka yang diberi kuasa untuk menandatangani akta pendirian.
  3. Surat Permohonan Pengesahan kepada Departemen Koperasi
  4. Pengesahan dan pendaftaran akta pendirian, diberikan paling lama 3 bulan                                  setelah   iterimanya permintaan pengesahan. Tanggal pengesahan akta pendirian                             berlaku sebagai tanggal  resmi berdirinya koperasi dan resmi sebagai badan hukum.
  5. Pengiriman akta pendirian kepada pendiri
  6. Pengumuman dalam Berita Negara
Pengelompokan Koperasi Menurut bidang usahanya:
  1. Koperasi Produksi adalah koperasi yang para anggotanya terdiri dari produsen                       penghasil barang / jasa. Koperasi ini mengusahakan kemudahan bagi para                             anggotanya dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti menyediakan bahan                          baku, bahan pembantu, serta perlengkapan produksi lainnya dan juga penyaluran                            hasil produksi kepada konsumen.
  2. Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan                           pokok bagi anggotanya. 
  3. Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam penghimpunan                                   dana dari para anggotanya dan meyalurkannya kepada anggota yang membutuhkannya.
  4. Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang mempunyai usaha rangkap / beraneka raga                       sesuai dengan kebutuhan anggotanya.
Menurut luas wilayahnya, koperasi di Indonesia dikelompokan menjadi:
  1. Primer Koperasi adalah koperasi sebagai satuan terkecil dengan wilayah yang                                   kecil pula dan melibatkan secara langsung orang-orang sebagai anggotanya.
  2. Pusat Koperasi adalah koperasi yang anggota-anggotanya adalah koperasi-                             koperasi primer, sedikitnya lima. 
  3. Gabungan Koperasi adalah koperasi yang dibentuk secara bersama sama oleh                   pusat             koperasi (paling sedikit tiga puluh pusat koperasi)
  4. Induk Koperasi adalah koperasi yang dibentuk secara bersama-sama oleh                           gabungan    koperasi (paling sedikit tiga gabungan koperasi).

  Pihak yang terlibat dalam Koperasi:
1.      Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi 
         dalam koperasi dan diadakan paling sedikit sekali dalam satu tahun. RAT menetapkan 
         sebagai berikut:
  1. Anggaran Dasar
  2. Kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi
  3. Pemilihan, pengangkatan pemberhentian pengurus dan pengawas.
  4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta                             pengesahan laporan keuangan
  5. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya. 
  6. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.
2.      Pengurus adalah orang-orang yang secara aktif bertugas dalam pengelolaan koperasi dan                                        memiliki jabatan paling lama 5 tahun. Sebagai imbalannya, pengurus menerima uang jasa /                                 honorarium.
3.        
               Pengawas / Dewan Komisaris yang dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam RAT. 
              Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan 
       koperasi serta membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.

Pembubaran Koperasi
        Menurut Pasal 46 UU no. 25 Tahun 1992, pembubaran koperasi dapat dilakukan 
        berdasarkan :
  • Keputusan Rapat Anggota atau
  • Keputusan pemerintah bila:
  • Terdapat bukti bahwa koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan UU                            no. 25 tahun 1992
  • Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum dan atau kesusilaan.
  • Kelangsungan hidupnya tidak dapat diharapkan.
BUMN
Badan Usaha Milik Negara (atau BUMN) ialah badan usaha yang permodalannya 
seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan 
usaha tersebut adalah pegawai negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu 
Perjan, Perum dan Persero.


Perjan
Perjan adalah bentuk badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh 
pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, Sehingga selalu merugi. 
Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model perjan 
karena besarnya biaya untuk memelihara perjan-perjan tersebut. Contoh Perjan: 
PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) kini berganti menjadi PT.KAI


Perum
Perum adalah perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan 
tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola oleh negara 
dengan status pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi 
meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual 
sebagian saham Perum tersebut kepada publik (go public) dan statusnya diubah menjadi
persero.


Persero
Persero adalah salah satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah. 
Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama 
adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. 
Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan negara yang 
dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh direksi. Sedangkan 
pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta. Badan usaha ditulis PT 
< nama perusahaan > (Persero). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas negara. 
 Jadi dari uraian di atas, ciri-ciri Persero adalah:
  • Tujuan utamanya mencari laba (Komersial)
  • Modal sebagian atau seluruhnya berasal dari kekayaan negara yang                                       dipisahkan yang berupa saham-saham
  • Dipimpin oleh direksi
  • Pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta
  • Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (Persero)
  • Tidak memperoleh fasilitas negara


Contoh perusahaan yang mempunyai badan usaha Persero antara lain:
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  • PT Garuda Indonesia (Persero)
  • PT Angkasa Pura (Persero)
  • PT Perusahaan Pertambangan dan Minyak Negara (Persero)
  • PT Tambang Bukit Asam (Persero)
  • PT Aneka Tambang (Persero)
  • PT PELNI (Persero)
  • PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
  • PT Pos Indonesia (Persero)
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero)
  • PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)

BUMS
Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan 
dan dimodali oleh seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 
1945 pasal 33, bidang- bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta 
adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis 
atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Berdasarkan bentuk 
hukumnya Badan usaha milik swasta dibedakan atas :


PERUSAHAAN PERSEKUTUAN
Yaitu perusahaan swasta yang didirikan dan dimiliki oleh beberapa orang 
pengusaha secara kerja sama tapi tidak termasuk dalam katagori badan 
usaha yang berbadan hukum. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah 
Firma dan Persekutuan Komanditer (CV).   Perusahaan persekutuan 
adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Ada 3 bentuk
perusahaan persekutuan

FIRMA
Firma (Fa) adalah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih 
dimana tiap- tiap anggota bertanggung jawab penuh atas perusahaan. 
Modal firma berasal dari anggota pendiri seta laba/ keuntungan 
dibagikan kepada anggota dengan perbandingan sesuai akta pendirian.

Adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan 
menggunakan nama bersama atau satu 
nama   digunakan   bersama.   Dalam   firma  semua  anggota  bertanggung jawab
  sepenuhnya baik sendiri-sendiri maupun bersama terhadap  utang-utang  
perusahaan  kepada  pihak  lain.  Bila  perusahaan  mengalami  kerugian 
akan ditanggung bersama, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi mereka.
 
Firma harus didirikan dengan akta otentik yang dibuat di muka notaris. Akta 
Pendirian Firma harus didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang daerah
hukumnya meliputi  tempat kedudukan  Firma yang bersangkutan. Setelah itu akta
pendirian harus diumumkan dalam Berita Negara atau 
Tambahan Berita Negara. Tetapi karena Firma bukan merupakan badan hukum,  
maka akta pendirian Firma tidak memerlukan pengesahan dari Departemen 
Kehakiman RI.
 
Pendirian, pengaturan dan pembubaran Firma diatur di dalam Kitab Undang-
Undang Hukum Dagang (KUHD).
Firma bukan merupakan badan usaha yang berbadan hukum karena : Tidak ada 
pemisahan harta kekayaan antara persekutuan dan pribadi sekutu-sekutu, setiap 
sekutu bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan.
Tidak ada keharusan pengesahan akta pendirian oleh Menteri Kehakiman dan 
HAMFirma berakhir apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran 
dasar telah berakhir. Selain itu, menurut Pasal 26 dan Pasal 31 KUHD Firma 
juga dapat bubar sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan 
dalam anggaran dasar akibat pengunduran diri atau pemberhentian sekutu.
 
Kebaikan Firma:
  • Prosedur pendirian relatif mudah
  • Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar, karena gabungan                                             modal yang dimiliki beberapa orang
  • Keputusan bersama dengan pertimbangan seluruh anggota firma,                                                    sehingga keputusan-keputusan menjadi lebih baik
Kelemahan Firma:
Utang-utang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi para anggota firma 
Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin, sebab bila salah seorang anggota keluar,
maka firma pun bubar.
PERSEKUTUAN KOMANDITER
Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu 
persekutuan yang didirikan oleh 2 orang atau lebih. Persekutuan komanditer 
mengenal 2 istilah yaitu :
  • Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin/ menjalankan perusahaan dan                                            bertanggung jawab penuh atas utang- utang perusahaan.
  • Sekutu pasif / sekutu komanditer adalah anggota yang hanya menanamkan                                          modalnya kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan operasional                                      perusahaan. Sekutu pasif bertanggung jawab atas resiko yang terjadi sampai                                       batas modal yang ditanam.
       Keuntungan yang diperoleh dari perusahaan dibagikan sesuai kesepakatan.

Berakhirnya CV, diatur dalam Pasal 31 KUHD yaitu:
  • Berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar                                                     (Akta Pendirian).
  • CV berakhir sebelum jangka waktu yang ditetapkan, akibat pengunduran                                         diri atau pemberhentian sekutu.
  • Akibat perubahan anggaran dasar (akta pendirian) di mana perubahan                                             anggaran dasar ini mempengaruhi kepentingan pihak ketiga terhadap CV.
Kebaikan perseroan komanditer:
  • Pendiriannya relatif mudah
  • Modal yang dapat dikumpulkan lebih banyak
  • Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar
  • Manajemen dapat didiversifikasikan
  • Kesempatan untuk berkembang lebih besar
Kelemahan peseroan komanditer: 
  • Tanggung jawab tidak terbatas
  • Kelangsungan hidup tidak terjamin
  • Sukar untuk menarik kembali investasinya
PERSEROAN TERBATAS

Perusahaaaan terbatas (PT) adalah badan usaha yang modalnya diperoleh dari                                               hasil penjualan saham. Setiap pemengang surat saham mempunyai hak atas                                             perusahaan dan setiap pemegang surat saham berhak atas keuntungan (dividen).
Menurut Pasal 1 butir 1 UU no. 1 tahun 1995, Perseroan Terbatas adalah :
Badan Hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha  
dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan  
yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta  peraturan pelaksanaannya.     
Adalah suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang 
terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun pemilik.

Akta pendirian perusahaan harus mendapatkan pengesahan dari Departemen 
Kehakiman. Selain itu terdapat pemisahan antara kekayaan pribadi para 
pemegang saham dengan bagian kekayaan yang disetor ke perseroan dalam 
bentuk setoran saham. Tanda keikutsertaan seseorang sebagai pemilik adalah 
saham yang dimilikinya. Makin besar saham yang dimiliki, makin besar peran 
dan kedudukan seseorang sebagai pemilik perusahaan tersebut.

Tanggung jawab seorang pemegang saham terhadap pihak ketiga terbatas pada 
modal sahamnya. Jadi tanggung jawab pemilik terhadap kewajiban-kewajiban
finansial perusahaan ditentukan oleh besarnya modal yang  diikutsertakan pada 
perseroan. (Hal ini yang berbeda dengan CV/Firma).
 
Kekayaan pribadi para pemegang saham maupun milik para pimpinan 
perusahaan tidak dipertanggungkan sebagai jaminan terhadap utang-utang 
perusahaan. Keterlibatan dan tanggung jawab para pemilik terhadap 
utang piutang perusahaan terbatas pada saham yang dimiliki.
 
Perseroan Terbatas mempunyai kelangsungan hidup yang panjang, karena 
meski pendiri ataupemiliknya meninggal dunia perseroan ini akan tetap berjalan. 
Unsur-unsur dalam Perseroan Terbatas:
A.Organisasi yang teratur
Sebagai organisasi yang teratur, perseroan mempunyai organ yang terdiri dari : 
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam PT dan memegang segala kewenangan  
yang tidak diserahkan kepada direksi atau komisaris. RUPS terdiri dari RUPS tahunan 
yang diadakan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku dan RUPS lainnya 
yang dapat diadakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan.
 Direksi
adalah organ PT yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan PT untuk kepentingan
dan tujuan PT serta mewakili PT baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai 
dengan ketentuan anggaran dasar.
Komisaris
adalah organ PT yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus
serta memberikan nasehat kepada direksi dalam menjalankan perseroan.
B. Kekayaan sendiri
Persero memiliki kekayaan sendiri berupa modal yang disetor para pemegang
sahamnya dan terbagi dalam 3 kelompok modal yaitu Modal Dasar, Modal
Ditempatkan dan Modal Disetor.
 
Modal Dasar merupakan jumlah keseluruhan modal dalam bentuk saham dari suatu 
perseroan terbatas. Menurut Pasal 26 UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas   
(UU PT), jumlah modal dasar suatu perseroan minimal Rp. 25.000.000,- kecuali untuk     
  usaha-usaha tertentu yang mensyaratkan modal dasar di atas Rp. 25.000.000,- contoh                                                             pendirian usaha bank.
 
Modal yang ditempatkan, merupakan sejumlah modal tertentu yang disanggupi 
oleh para pendiri perseroan terbatas untuk disetorkan ke dalam perseroan, 
minimal 25 % dari seluruh jumlah modal dasar.
Modal yang disetor, merupakan modal yang telah disetor oleh para pendiri 
PT, minimum sebesar 50% dari modal yang ditempatkan atau 12,5% dari 
modal dasar peseroan.
C. Melakukan hubungan hukum sendiri
Diwakili oleh Direksi untuk melakukan hubungan hukum sendiri dengan pihak 
ketiga dengan tanggung jawab sebagai berikut:
  • Sebelum Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman RI, para 
  • pendiri bertanggung jawab secara pribadi atas tindakan-tindakan persero                                         terbatas tersebut.
  • Setelah akta pendirian disahkan namun belum diumumkan dalam Berita                                        Negara RI, Dewan Direktur bertanggung jawab secara tanggung renteng                                           atas tindakan-tindakan perseroan terbatas tersebut (Pasal 23 UU PT)
  • Setelah akta pendirian diumumkan dalam Berita Negara RI, maka perseroan                                         terbatas tersebut yang akan bertanggung jawab atas seluruh tindakannya.
D. Mempunyai tujuan sendiri yaitu memperoleh keuntungan (laba).
Tata Cara Pendirian PT :
  • Pembuatan akta pendirian di muka notaris; membawa rancangan AD dan ART  
  • Pengesahan oleh Menteri Kehakiman untuk pengesahan status sebagai badan hukum
  • Pendaftaran perseroan yang dilakukan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang                              wilayah kerjanya meliputi tempat perseroan didirikan. 
  • Pendaftaran wajib dilakukan dalam waktu 30 hari setelah pengesahan /                                          persetujuan Menteri Kehakiman diberikan. 
  • Pengumuman dalam Tambahan Berita Negara, wajib dilakukan permohonan                                pengumuman oleh direksi dalam waktu 30 hari sejak pendaftaran
Berakhirnya Perseroan Terbatas:
Menurut Pasal 114 UU PT, Perseroan Terbatas dapat bubar karena:
  • Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam Pasal 115 UU PT d                              itentukan bahwa direksi dapat mengajukan usul pembubaran persero kepada                                      RUPS. Keputusan RUPS tentang pembubaran perseroan sah bila diambil sesuai                         dengan ketentuan yang telah ditetapkan UU dan Anggaran Dasar. 
  • Karena jangka waktu berdirinya perseroan sudah berakhir. 
  • Keputusan Pengadilan Negeri karena; Permohonan Kejaksaan karena perseroan                           melanggar kepentingan umum Permohonan 1 orang pemegang saham atau lebih                        yang        mewakili paling sedikit 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dengan                                  hak suara yang sah 
  • Permohonan kreditur karena perseroan tidak mampu membayar utangnya setelah             dinyatakan     pailit atau kekayaan perseroan tidak cukup untuk melunasi seluruh                                utangnya setelah pernyataan pailit dicabut. 
  • Permohonan pihak berkepentingan karena adanya cacat hukum dalam akta pendirian perseroan.
Kebaikan Perseroan Terbatas
  • Kelangsungan hidup perusahaan terjamin 
  • Terbatasnya tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi                       maupun kekayaan keluarga pemilik 
  • Saham dapat diperjual belikan dengan relatif mudah. 
  • Kebutuhan kapital lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan usaha. 
  • Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan lebih efisien
Kelemahan Perseroan Terbatas:
  • Biaya pendiriannya relatif mahal
  • Rahasia tidak terjamin
  • Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham


YAYASAN
Yayasan adalah suatu badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena tidak mencari              keuntungan. Badan usaha ini didirikan untuk sosial dan berbadan hukum.


Referensi
Solihin, Ismail. Pengantar Bisnis : Pengenalan Praktis dan Studi Kasus. 2006. Edisi          
      Pertama,Jakarta;  Kencana Prenada Media Grup.
M.Fuad, dkk. Pengantar Bisnis. 2006. Edisi ketiga. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama

18 komentar:

  1. Makasih....

    BalasHapus
  2. waaahhh,,,mantaap.pengen jd nya..

    BalasHapus
  3. RICKY RIZKI PRATAMA KAT X1/10

    BU,SETELAH SAYA LULUS KULIAH DAN BEKERJA,SAYA INGIN MENJADI SEORANG ENTERPRENEUR....
    MENURUT IBU,KIRA-KIRA BENTUK BADAN USAHA APA YANG PALING MENGUNTUNGKAN DAN APA STRATEGI DASARNYA???
    SEMOGA MENJADI MASUKAN UNTUK SAYA....
    MKSIH BU.......

    BalasHapus
  4. ayu.ningthias KAT X1/1028/12/10 20.12

    bu,,apakah SITU dan SIUP wajib di miliki oleh semua badan usaha,,walaupun badan usaha itu termasuk kedalam golongan yang kecil..
    dan apabila kita tidak membuat itu,,apakah bisa terjerat hukum???

    BalasHapus
  5. suci trilaksono AKE X1/2010

    mantap...bu...

    BalasHapus
  6. JUVENRI SINAGA KAT X2-10

    Mau nanya bu.
    kalau di koperasi ada bagi sisa hasil usaha,
    apakah semua anggota dibagi rata, atau tergantung modal, saham yang dimiliki anggota tersebut..
    trimakasih bu..

    BalasHapus
  7. Bu , , ,
    jadi gk ada syarat khusus gitu untuk ngebentuk yayasan ? ? ?


    Sri Supatmi
    AKE XW/10

    BalasHapus
  8. Siti Hodijah11/01/11 12.13

    Siti Hodijah
    AKE K34/10(cLas DODOL)

    Bu saya mau nanya kalo mksudnya dana hibah tu ada yg di sumbangkan dari seseorang tau perusahaan kpda sebuah koperasi tapi tu semua pake bdan hukumnya ga?soalnya bsa sja kluarga penghibah menggugat sesuatu yg di hibahkan skg sja babyak kejadian yg di hibahkan di gugat oleh kluarga penghibah?
    sti jga mau bertanya kmren ga sempet di kelas kalo kita usaha melalui media online bgaimna cra promosinya dan apakah bnar kalo usaha melalui media online tu lbih mudah,cepat tpi byak keuntngan...
    tpi bangaimna dmpak kerugian kalo usaha kita melalui bidang online.terimaksihh

    BalasHapus
  9. sa atos baca ieu jadi pengen buka usaha
    hatur nuhun ibu atin

    Adi Nugaraha Ake X1/10 geboyyyyyyyyyyyy

    BalasHapus
  10. Bu saya kan punya usaha kecil2an dirumah (mengreditkan barang2). tapi dikeloa adik saya, itu termasuk usaha apa ya?Perorangan bukan bu?

    Tati AKE XW/10

    BalasHapus
  11. ISMI ATI MUNGGARAN SARI AKE-XW 10

    ASS..

    bu, apakah dalam mendirikan suatu usaha modal (materi) memiliki peranan paling penting?

    mkasih ya bu...

    BalasHapus
  12. Ass.gmn kbrny bu?? maaf mau tanya bu,ulan kemarin berhalangan karena sakit tdk bs mengikuti kuis,bgsny bagaimana y bu?apa ada solusi yg lain bu??mohon kirany ibu berkenan ada kebijakan.

    BalasHapus
  13. bu apa materi bentuk2 badan usaha ada d soal UAS??
    trims.Ulan KAT WL4/2010

    BalasHapus
  14. bu.gyman cara membedakan usah yg legal dan usaha yg terdaftar...??dari segi apa ny bu?? trus apa semua usah terdaftar????

    vian ni bu Dd1 (dodol 34 )

    BalasHapus
  15. klo pekerjanya cuman 15 orang masuk kategori bentuk badan usaha yg mana?

    BalasHapus
  16. Thank Madam,

    this's very useful for me....

    thank again.

    Fauzi/KAT K43/10 (10401389)

    BalasHapus
  17. si ibu tara nga jawab wae...

    BalasHapus

Silahkan sampaikan pendapat Anda secara Komprehensif