12.28.2010

KOMPETENSI SDM


Dinamika bisnis awal abad 21 sekarang mengandung kata-kata kunci seperti: high tech knowledge-based HR, strategic management, IT, e-business (banking, commerce, procurement etc.). Inilah antara lain tantangan manajer masa kini, dan angkatan kerja abad 21.
Kecenderungan yang kini berlangsung adalah, angkatan kerja dituntut memiliki pengetahuan baru (knowledge-intensive, high tech.- knowledgeable) , high tech.- knowledgeable) yang sesuai dinamika perubahan yang tengah berlangsung. Tenaga kerja di sektor jasa di negara maju (kini sekitar 70 persen) dari tahun ke tahun semakin meningkat, dan tenaga paruh waktu (part-timer) juga semakin meningkat. Pola yang berubah ini menuntut “pengetahuan” baru dan “cara penanganan” (manajemen) yang baru. Human capital yang mengacu kepada pengetahuan, pendidikan, latihan, keahlian, ekspertis tenaga kerja perusahaan kini menjadi sangat penting, dibandingkan dengan waktu-waktu lampau.
Adanya transformasi peran SDM dari professional manjadi strategik menuntut adanya pengembangan SDM berbasis kompentensi agar kontribusi kinerja SDM terhadap organisasi menjadi jelas dan terukur. Mengingat program pengembangan SDM adalah program yang berkesinambungan maka dalam pelaksanaannya diperlukan proses pembelajaran yang berkelanjutan agar dapat mendukung keberhasilan peningkatan kinerja organisasi.
Kompetensi merupakan salah satu unsur penentu upaya peningkatan kinerja organisasi dan penyediaan tenaga kerja yang memberikan perspektif yang lebih tajam dan spesifik terhadap pekerja dan pekerjaannya. Peningkatan kinerja SDM yang pertama dengan memperbaiki sistem dan lingkungan kerja sedang yang kedua melalui pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompentensinya. Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PPBK) adalah sistem pendidikan dan pelatihan yang menawarkan upaya peningkatan kinerja SDM dan organisasi melalui kompetensi yang dapat menciptakan karyawan dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan pekerjaan.
Kompetensi didefinisikan (Mitrani et.al, 1992; Spencer and Spencer,1993) sebagai an underlying characteristic's of an individual which is causally related to criterion-referenced effective and or superior performance in a job or situasion. Atau karakteristik yang mendasari seseorang dan berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannnya.
Competency-based HRM pada dasarnya adalah menggunakan model kompetensi sebagai dasar dari sistem maupun program HR yang ada di dalam suatu organisasi.
Model ini menggambarkan kompetensi yang diperlukan, baik teknis maupun behavioral, oleh berbagai jabatan yang ada di dalam organisasi tersebut.
Dengan demikian, model kompetensi di satu organisasi dengan yang lain dapat berbeda karena situasi dan kebutuhannya tidak selalu sama.
Model kompetensi yang dikaitkan dengan strategi manajemen sumber daya manusia dimulai pada saat rekruitmen, seleksi, penempatan sampai dengan pengembangan karier pegawai sehingga pengembangan kompentensi pegawai tidak merupakan aktifitas yang "instant". Sistem rekrutmen dan penempatan pegawai yang berbasis kompetensi perlu menekankan kepada usaha mengidentifikasikan beberapa kompetensi calon pegawai seperti inisiatif, motivasi berprestasi dan kemampuan bekerja dalam tim. Usaha yang dilakukan adalah menggunakan sebanyak mungkin sumber informasi tentang calon sehingga dapat ditentukan apakah calon memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Metode penilaian atas calon yang dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti wawancara perilaku(behavioral event review) tes, simulasi lewat assessment centers, menelaah laporan evaluasi kinerja atas penilaian untuk promosi atau ditetapkan pada suatu pekerjaan berdasarkan atas rangking dari total bobot skor berdasarkan criteria kompetensi. Karyawan yang dinilai lemah pada aspek kompetensi tertentu dapat diarahkan untuk kegiatan pengembangan kompetensi tertentu sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerjanya.


Sumber Kepustakaan

Alwi, Syafaruddin, "Manajemen Sumber Daya Manusia:Strategi Keunggulan Kompetitif', BPFE, Yogyakarta, 2001.
Dharma, Surya, dkk, "Paradigma Baru:Manajemen Sumber Daya Manusia",Amara Books, Yogyakarta, 2002.

Irwan Rei, “Competency-based HRM”, 2009

Mitrani,A,Daziel, M. And Fitt, D. "Competency Based Human Resource Management: Value-Driven Strategies for Recruitment, Development and Reward", Kogan Page Limited:London, 1992.

21 komentar:

  1. belajar jd blogger ah....AKE X1/10

    BalasHapus
  2. cara mendapatkan PPBK itu sendiri gmn bu????


    apa PPBK itu dilakukan oleh prusahaan yg mrekrut kryawan,atau ada lmbaga trsendiri????

    BalasHapus
  3. Puji Haryanti KAT X2/10

    Terus Bu,,cara perusahaan untuk meningkatkan Kompetensi para karyawannya bagaimana? Apa cukup dengan mengadakan training kepada karyawan atau ada program lain?

    BalasHapus
  4. ayu.ningthias KAT X1/1028/12/10 20.02

    bu,,tadi abii baca di situ tertulis kalo pengembangan kompentensi pegawai tidak merupakan aktifitas yang "instant"

    berarti untuk mendapatkan SDM yang berkualitas,,perusahaan harus memakan waktu yang lama donk bu?? sedangkan perusahaan kan biasanya menginginkan SDM yang berkualitas namun dengan waktu yang singkat,, soalnya kan bisa menghemat anggaran perusahaan juga..
    hehehe bener gk sii bu??

    BalasHapus
  5. Esti KAT X2
    sukses

    BalasHapus
  6. Ariani AKEK33

    OK!!!

    BalasHapus
  7. WULAN ASTRIA AKE X1/10

    bu,bagaimana jika pada kenyataannya kita berada pada suatu sistem manajemen dimana model kompetensi memang dilakukan secara instant?
    misalnya ada keterkaitan hubungan darah,walaupun sama-sama mulai dari level bawah tapi toh pada kenyataannya ia akan jadi pemimpin.Sedangkan pengalaman hanya seumur jagung hanya sebagai formalitas batu loncatan saja.
    atau ada campur tangan masalah pribadi seperti teman,pacar,gebetan,atau mungkin terlalu cantik yang membuat kita 'orang biasa' kesulitan untuk berkompetisi memberikan prestasi kinerja kita karena tahu bahwa semua itu tidaklah berpengaruh.

    BalasHapus
  8. Wah, semakin menarik nich... Isi nya menarik, temlplate nya juga menarik...

    Sukses, Bu...

    Andri Wisaya / 2S1.06.026S

    Hehe...

    BalasHapus
  9. yudi hardiansyah kasep ake x1/10

    abi hadir bu

    BalasHapus
  10. Maantaaapp bu...!!!
    materinya berguna dn menambah ilmu pengetahuan,,
    menurut saya...perusahaan yang sudah menerapkan pendekatan berbasis kompetensi merasakan dampak yang sangat positif bagi organisasi terutama dalam membangun perilaku karyawan dan budaya organisasi, meningkatkan kinerja karyawan, meningkatkan kerjasama antar fungsional dan antar unit kerja.
    bener g bu ??hehe..
    trus bu....
    bagaiman cara mengidentifikasi dalam mengembangkan model kompetensi SDM yang dibutuhkan oleh organisasi..???

    BalasHapus
  11. RIRIN RIANTI AKE-X2/10

    mantaaap bu..!!!
    Very Good materinya,menambah ilmu pengetahuan,hi..
    maaf bu tadi saya sudah coment tp g pke nama, cuma anonim sj, jd ini coment lg dech,,
    trus bu..
    bagaimana Mengintegrasikan model Kompetensi kedalam Sistem Manajemen sumber daya manusia..??

    BalasHapus
  12. SRI ENI.P
    AKE K33/10
    ASS.
    IBU BAGAIMANA CARA MENYATUKAN ORANG2 DALAM SUATU TIM/ORGANISASI SEDANGKAN MEREKA MEMILIKI KARAKTER YG BERBEDA2?SEDANGKAN SDM MERUPAKAN SALAH SATU FAKTOR PEMICUNYA.

    BalasHapus
  13. DUI (MPRS X1/10)

    Apakah kompetensi SDM di atas berlaku bagi SDM RS?

    BalasHapus
  14. mantap bu...
    isinya mantap bu...!!!!!!!
    pokoke sippp deh....

    BalasHapus
  15. Bunbun.M.Toha.
    AKE/XW/10.
    Ass,,semakin menarik pembahasan ini bu..maap yang saya mau tanyakan jikalau dalam suatu organisasi perusahaan dalam system promosi mutasi jabatan yang di promosiskan bukanlah calon pejabat yang memenuhi kriteria yg sudah ditetapkan oleh perusahaan,tetapi karena kedekatan atau senioritas..menurut opini ibu mengenai topik ini bagaimana?.

    BalasHapus
  16. Ade Surahman AKE-K33/10 Uji Kompetensi SDM dimaksudkan untuk menilai dan mengukur kemampuan karyawan: apakah bidang yg digeluti sesuai dg disiplin ilmunya ? sejauh mana kemampuan yg dimilikinya saat ini ? (bukan bgtu Bu ? )

    BalasHapus
  17. ISMI ATI MUNGGARAN SARI13/01/11 20.47

    ISMI ATI MUNGGARAN SARI AKE XW/10 NPM 10.301.081

    Ass...mkash bu materinya sngat berguna
    semakin meningkatnya ilmu teknologi atau yang sering disebut High Tech, dibutuhkan Sdm yang qualified, dengan kecanggihan teknologi, banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat, sehingga tidak terlalu banyak mempekerjakan orang. Apakah hal tersebut berdampak negatif (banyaknya pengangguran)???

    mohon penjelasannya yaaa buu..... makasih

    BalasHapus
  18. Risye SR
    KAT X1/10
    Malem bu.. mksh infonya..
    Suatu perusahaan baik yg sedang merintis, berkembang maupun yang sudah mmpunyai Brand memang sangat penting memiliki SDM yg bisa bekerja dgn kualitas tinggi, Tp bu Risye prnh dengar.. ada suatu perusahaan besar asal jepang yg sedang mnginterview lngsung calon kryawannya.. bisa menggugurkan dgn segera karena sblum msuk k ruangan interview ada 1 tmpt smpah yg di letakkan secara sengaja oleh perusahaan dan calon kryawan trsebut tidak menghiraukan tmpt smpah trsebut sehingga mnghalangi lngkah siapa saja yg berjalan mnuju tmpt smpah trsebut. itu berarti etika jg ga kalah pnting ya dr kmpetensi yg qt miliki.?

    BalasHapus
  19. Gunawan kat x1/10
    Waddoh....ketinggalan ni ung materi nya,,,aku telat gk sih bu?????

    BalasHapus
  20. pgy bu.... bu ni vian (dodol 34) bu mu nanya. kata nya sumber SDM di negri kita tuh banyak n kaya akan SDM. yang jadi pertanya an n. kenapa ko masyarakt di negri ni belum semua merasakan kekayan akan SDM ???? andai ibu menjadi Mentri dan di tugaskan untukmengatur SDM di negri qt ni. apa yg ibu lakukan biar rakyat merasakan akan kaya nya Sdm yang ada di negri in. ... nuhun ibu

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Silahkan sampaikan pendapat Anda secara Komprehensif